Pertanyaan yang Harus Ditanyakan ke Freelancer
|

Wajib! Tanyakan 10 Pertanyaan Ini Sebelum Merekrut Freelancer

Pertanyaan yang Harus Ditanyakan ke Freelancer

Sebenarnya proses rekrut freelancer atau pekerja lepas tidak jauh berbeda dengan rekrutmen karyawan full time. Hanya saja sedikit lebih singkat. 

Meskipun demikian, bukan berarti kamu bisa memilih pekerja lepas secara sembarangan. Akan lebih baik, kamu melakukan interview dengan menanyakan beberapa pertanyaan berikut ini sebelum setuju untuk menggunakan jasa freelancer yang kamu pilih melalui situs freelancer. 

Dilansir dari USA Today, berikut adalah beberapa pertanyaan yang harus kamu tanyakan saat proses rekrutmen freelancer.

  1. Sudah berapa lama bekerja sebagai freelancer?

Pertanyaan yang penting untuk ditanyakan pada freelancer adalah sudah berapa lama mereka bekerja sebagai freelancer. Biasanya, semakin berpengalaman seorang freelancer, maka semakin besar juga kemungkinan mereka kemampuan mereka dalam mengembangkan alur kerja yang efektif dan efisien. 

Hal ini tentu akan memberikan keuntungan pada bisnismu karena dapat menghemat waktu dan biaya yang harus dikeluarkan. Meskipun demikian, tidak ada salahnya juga merekrut pekerja lepas pemula karena bisa saja kemampuan yang dimiliki sama dengan freelancer berpengalaman atau bahkan lebih baik. 

  1. Sudah berapa lama menjadi freelancer di bidang pekerjaan ini?

Untuk mengukur keahlian seorang freelancer, kamu bisa menanyakan tentang proyek serupa yang pernah mereka kerjakan sebelumnya dan mintalah mereka untuk menjelaskannya secara singkat, detail, dan jelas. Misalnya, saat ini bisnis yang kamu jalani bergerak di bidang kesehatan, maka tanyakan sudah berapa lama mereka bekerja sebagai freelancer di bidang kesehatan ini. 

Semakin lama pengalaman bekerja di bidang ini, tentunya semakin dalam pula pemahaman mereka. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau freelancer belum lama bekerja di bidang ini ataupun belum berpengalaman sama sekali juga bisa menyelesaikan proyek dengan baik.

  1. Apa saja skill dan kemampuan yang kamu miliki, serta tools yang dibutuhkan untuk proyek ini? 

Jawaban yang diberikan harus bisa menunjukkan pemahaman yang kuat mengenai proyek bisnis yang akan mereka lakukan. Seorang freelancer yang serius akan menawarkan skill dan kemampuan yang tidak mereka cantumkan di CV, portofolio, ataupun situs freelancer. 

Selain itu, umumnya freelancer yang sudah berpengalaman lebih memahami dan sudah menyediakan tools yang akan dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Mereka tidak akan bergantung pada tools yang disediakan oleh klien.

  1. Tolong berikan contoh atau referensi pekerjaan kamu sebelumnya

Portofolio merupakan hal yang wajib dimiliki oleh seorang freelancer agar calon klien bisa menilai pekerjaan yang pernah mereka kerjakan sebelumnya. Maka dari itu, cobalah untuk menanyakan portofolio atau contoh hasil kerja mereka sebelumnya. 

Selain itu, beberapa freelancer juga ada yang memberikan daftar klien yang pernah bekerjasama dengan mereka sebagai referensi. 

  1. Berapa tarif  yang kamu tawarkan?

Setiap freelancer memiliki tarif jasa yang berbeda-beda. Ada yang menawarkan untuk dibayar per jam, tapi ada juga freelancer yang ingin dibayar per bulan. Sebagai contoh, seorang freelancer content creator, menawarkan tarif Rp500.000 – Rp1.500.000 untuk post feed, atau Rp100.000 – Rp250.000 untuk story Instagram. 

Perlu diingat, pastikan tarif yang ditawarkan oleh freelancer tersebut sesuai dengan budget yang kamu miliki. Jika terlalu tinggi, cobalah untuk bernegosiasi dengannya. 

  1. Apakah kamu bisa memenuhi deadline untuk proyek ini?

Jika kamu memiliki timeline yang ketat, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu apakah freelancer sanggup menyelesaikan pekerjaan yang diberikan sesuai deadline yang sudah ditentukan. Cari tahu juga kapan mereka bisa mulai mengerjakan proyek karena sering kali freelancer yang mengerjakan beberapa proyek sekaligus secara bersamaan. 

Pastikan mereka dapat mengatur waktu dengan baik sehingga baik proyek kamu maupun klien lain bisa diselesaikan tepat waktu. 

  1. Apakah kamu memiliki jam kerja tertentu?

Meskipun bekerja sebagai pekerja lepas memiliki waktu yang fleksibel, tetapi beberapa freelancer ada yang menetapkan batasan waktu untuk urusan pekerjaan. Jadi, tanyakan pada pukul berapa saja kamu bisa menghubungi mereka.

  1. Bagaimana tanggapan klien sebelumnya mengenai proyek yang sudah kamu selesaikan?

Sebagai referensi, ada baiknya kamu bertanya mengenai tanggapan atau testimoni klien sebelumnya mengenai proyek yang sudah selesai dikerjakan oleh freelancer. Jika kurang yakin dengan jawaban yang diberikan oleh pekerja lepas tersebut, kamu bisa menghubungi klien sebelumnya melalui kontak yang mereka.

  1. Apakah kamu pernah mendapatkan klien yang kurang menyenangkan?

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara freelancer tersebut menangani klien yang kurang menyenangkan. Apakah mereka mengeluh dan menjelek-jelekan klien, atau fokus menemukan penyelesaian yang saling menguntungkan kedua belah pihak dan belajar dari kesalahan. 

  1. Apakah ada pertanyaan?

Setelah kamu mengajukan beberapa pertanyaan padanya, berikan waktu agar freelancer bisa bertanya denganmu. Mungkin saja ada beberapa penjelasan atau pertanyaan yang ingin mereka tanyakan. 

Freelancer yang aktif bertanya mungkin bisa menjadi pertimbangan kamu karena sikap tersebut menunjukkan bahwa mereka sangat tertarik dan serius dengan proyek yang akan dikerjakan. 

Itulah beberapa pertanyaan yang penting untuk kamu tanyakan pada freelancer. Jika bingung mencari jasa freelancer, kamu bisa mencarinya di Talentiva, situs freelancer yang dapat menghubungkan klien dan perusahaan untuk menemukan freelancer dan mahasiswa secara cepat, aman, dan hemat untuk mendukung percepatan pertumbuhan bisnis.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.