pengertian dan fungsi portofolio

Apa Itu Portofolio? Bedanya dengan CV dan Cara Membuatnya

pengertian dan fungsi portofolio
Apa itu Portofolio

Portofolio merupakan salah satu dokumen penting yang harus kamu lampirkan ketika melamar pekerjaan. Bila ingin menjadi seorang freelancer pun tetap harus melampirkan portofolio. 

Sebab, melalui portofolio inilah perusahan maupun klien dapat menilai apakah kamu kandidat yang tepat untuk mengisi posisi kosong di perusahaan tersebut atau cocok untuk menangani proyek klien. Sayangnya, tak sedikit orang yang masih bingung dengan portofolio, perbedaannya dengan CV (Curriculum Vitae), bahkan belum tahu cara membuat portofolio. 

Maka dari itu, artikel ini akan membahas mengenai portofolio secara lengkap agar kamu tidak bingung lagi apa itu portofolio ataupun keliru dalam membedakan antara portofolio dengan CV. Yuk, simak artikel ini sampai habis. 

Apa Itu Portofolio?

Melansir dari Niagahoster, portofolio adalah kumpulan informasi yang dapat menunjukkan hasil karya, skill, pendidikan, pengalaman organisasi maupun kerja, serta pelatihan yang pernah kamu ikuti. Melalui portofolio ini, orang lain dapat mengetahui riwayat hidup sekaligus pencapaian yang telah kamu raih selama ini. 

Ada dua cara untuk menunjukkan portofolio, yakni secara online dan offline. Namun, saat ini portofolio online lebih sering digunakan karena cara membuat portofolio online dinilai lebih mudah dan praktis, dibandingkan portofolio offline di mana kamu harus menyiapkan alat dan bahan untuk membuatnya. 

Sementara portofolio online, kamu bisa memanfaatkan website portofolio dan mengunggah hasil karyamu disana. Portofolio online juga lebih mudah diakses, terutama ketika perusahaan atau klien membutuhkan portofolio pun, kamu tinggal memberikan link portofoliomu saja. 

Hal penting yang harus diingat mengenai portofolio adalah dokumen ini harus di update. Apalagi untuk kamu yang ingin berkarir sebagai freelancer

Usahakan untuk selalu melakukan update proyek apa saja yang sudah kamu selesai sangatlah penting karena hal ini menandakan banyak klien yang tertarik dan senang untuk menggunakan jasamu. Dengan begitu, nama kamu juga akan lebih dikenal di kalangan dunia freelance. 

Fungsi dan Pekerjaan yang Membutuhkan Portofolio

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, portofolio berfungsi untuk menunjukkan pengalaman kerja beserta bukti nyata dalam bentuk hasil karya terbaik yang pernah kamu hasilkan. Dengan adanya portofolio ini, kamu bisa meyakinkan perusahaan ataupun calon klien bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk posisi tersebut. 

Selain itu, portofolio juga menjadi pembeda kamu dengan kandidat lainnya sehingga lebih mudah diingat oleh rekruter atau calon klien. Lantas, pekerjaan seperti apa, sih yang membutuhkan portofolio ini? 

Memang, ada beberapa bidang pekerjaan yang tidak memerlukan portofolio. Umumnya, portofolio lebih dibutuhkan bidang pekerjaan di industri kreatif. 

Nah, dilansir dari Indeed, adapun pekerjaan yang membutuhkan portofolio adalah sebagai berikut. 

  • Fotografer
  • Graphic designer
  • Software developer
  • Writer
  • Editor
  • Creative director
  • Model
  • Videographer
  • Artist
  • Makeup artist
  • Digital Marketing
  • Web developer

Bedanya Portofolio dan CV

Sebagian orang mungkin masih ada yang bingung dengan perbedaan portofolio dan CV. Agar tidak bingung lagi, berikut perbedaan portofolio dengan CV yang harus kamu ketahui. 

  1. Informasi yang diberikan 

Dilansir dari Vaplus, dari segi informasi, CV lebih menjelaskan mengenai data diri, seperti pendidikan, pengalaman kerja dan organisasi, kemampuan yang dimiliki dan informasi lainnya yang berkaitan dengan diri sendiri. Sementara, portofolio lebih menjelaskan mengenai hasil karya yang pernah kamu hasilkan sebelumnya. 

  1. Sebagai bukti nyata

Pada CV, kamu hanya mencantumkan prestasi atau penghargaan yang pernah kamu dapatkan. Sementara, untuk membuktikannya, kamu bisa melampirkan bukti nyata dari prestasi, penghargaan, hingga hasil karya terbaik di portofolio bisa dalam bentuk foto, video, ataupun link. 

  1. Bersifat umum dan spesifik

Perbedaan selanjutnya adalah CV bersifat umum karena kamu dapat mencantumkan seluruh kegiatan dan pengalaman kerja maupun organisasi yang pernah kamu ikuti. Sementara, portofolio lebih bersifat spesifik karena hanya bisa digunakan untuk melamar satu jenis pekerjaan atau posisi tertentu saja. 

Itulah perbedaan CV dan portofolio. Sudah tidak bingung lagi, kan apa bedanya?

Cara Membuat Portofolio

Tak hanya pelamar kerja saja, tapi bagi seorang freelancer, portofolio merupakan dokumen penting yang harus dimiliki. Tanpa adanya portofolio, lalu bagaimana freelancer bisa meyakinkan calon klien bahwa ia adalah kandidat yang tepat. 

Nah, apabila kamu belum memiliki portofolio dan tidak tahu bagaimana cara membuatnya, berikut langkah-langkahnya. 

  1. Pilih karya terbaik

Tak perlu semua karya kamu masukkan ke dalam portofolio, cukup pilih saja karya terbaik menurut kamu yang sekiranya bisa langsung memberikan kesan yang bagus dalam waktu singkat pada calon klien atau rekruter. 

  1. Ceritakan skill yang kamu miliki

Memasukkan hasil karya terbaik ke dalam portofolio saja tidak cukup. Kamu juga harus menceritakan kisah di balik pembuatan karya tersebut. 

Dengan cara ini, secara tidak langsung kamu juga sedang menceritakan skill apa saja yang kamu miliki. Selain itu, dengan menceritakan kisah di balik pembuatan karya tersebut juga bisa memudahkan calon klien atau rekruter untuk menilai apakah skill yang kamu miliki sesuai dengan yang mereka butuhkan. 

  1. Cantumkan testimoni dari klien sebelumnya

Mencantumkan testimoni dari klien sebelumnya yang pernah bekerja sama dengan kamu juga sangat penting. Tujuannya adalah agar calon klien semakin yakin bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk mengerjakan proyek ini. 

  1. Tampilkan di situs online

Selain bisa menampilkan portofolio secara offline dalam bentuk softcopy format PDF, kamu juga bisa menampilkan portofolio secara online melalui situs online, seperti blog pribadi maupun situs portofolio (behance, issu, dan sebagainya). 

Bahkan, menampilkan portofolio secara online dinilai lebih mudah diakses, praktis, dan fleksibel. 

Contoh Portofolio

Dalam membuat portofolio, usahakan membuatnya semenarik mungkin, minimalis, dan mudah untuk dibaca rekruter atau calon klien. Nah, sebagai inspirasi untuk membuat portofolio, berikut beberapa contohnya. 

Contoh Portofolio Graphic Designer

Salah satu contoh portofolio untuk graphic designer

Contoh Portofolio Content Writer

Contoh portofolio seorang content writer

Contoh Portofolio Fotografer

Contoh portofolio fotografer yang bisa jadi inspirasi kamu

Contoh Portofolio UI/UX Design

UI/UX Design juga membutuhkan portofolio

Itu dia informasi penting seputaran portofolio. Apabila kamu sudah memilikinya, ini saatnya kamu untuk melamar pekerjaan atau mencari klien, bisa melalui situs freelancer, seperti Talentiva, Sribulancer, dan Project.co.id.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.