Portfolio freelancer

10 Contoh Portofolio Freelancer yang Menarik dan Kreatif

Beberapa bidang pekerjaan, melampirkan portofolio ke dalam surat lamaran kerja merupakan hal yang penting. Tak hanya saat melamar pekerjaan saja, tapi portofolio juga menjadi hal penting jika kamu ingin bekerja sebagai freelancer. 

Namun, tidak sedikit yang masih merasa bingung, bahkan tidak tahu apa itu portfolio dan bagaimana cara membuatnya dengan benar. Oleh karena itu, artikel ini akan membantu kamu untuk memahami pengertian hingga contoh portofolio agar kamu tidak kebingungan lagi. Simak artikelnya sampai habis, ya. 

Apa Itu Portofolio?

Apakah kamu masih merasa bingung, ketika membaca lowongan pekerjaan yang mengharuskan pelamarnya melampirkan portofolio? Atau klien yang meminta portofolio freelancer? 

Nah, dilansir dari The Balance Career, portofolio merupakan sekumpulan karya atau hasil pekerjaan yang pernah kamu kerjakan untuk digunakan sebagai pertimbangan maupun penilaian kepada rekruter atau klien dari segi skill dan kemampuan yang kamu miliki. Dengan portofolio juga, kamu bisa meyakinkan rekruter dan klien bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi tersebut atau menangani proyek klien. 

Makanya, portfolio ini harus kamu lampirkan, terutama jika kamu melamar pekerjaan di industri kreatif atau ingin menjadi freelancer. Lalu, apakah portfolio dan CV (Curriculum Vitae) itu sama? 

Sebagian orang mungkin masih beranggapan kalau portofolio dan CV itu sama. Padahal, portofolio dan CV merupakan dua hal yang berbeda. 

Kalau menurut Vaplus, jika dilihat dari segi isi, CV berisi tentang data pribadi pelamar kerja, mulai dari latar belakang pendidikan, prestasi, keterampilan, pengalaman profesional, dan sebagainya. Sementara portofolio, seperti yang  sudah disinggung sebelumnya, berisi tentang hasil karya atau proyek yang selama ini pernah kamu kerjakan. 

Jadi, jangan menyamakan CV dan portofolio lagi, ya karena keduanya adalah dua hal yang berbeda. 

Format Portofolio

Setiap orang memiliki format portofolio yang berbeda-beda. Secara umum, berikut format portoflio yang sering digunakan seperti yang dilansir dari Mamikos

  1. Daftar isi

Daftar isi akan memudahkan rekruter atau klien untuk melihat karya-karya yang pernah kamu buat sekaligus mendapatkan informasi tentang diri kamu. Jangan lupa untuk mencantumkan nomor halamannya juga. 

  1. Curriculum vitae (CV)

CV dan portoflio memang dua hal yang berbeda, tetapi biasanya CV juga menjadi salah satu bagian dalam portofolio yang harus kamu masukan. Ini dilakukan untuk memudahkan rekruter atau klien melihat data diri sambil melihat hasil karya yang pernah kamu buat.

  1. Tujuan dan Pencapaian

Kamu bisa menjabarkan tujuan dan keinginan yang ingin kamu capai dalam jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan dan pencapaian ini juga menjadi bagian penting yang harus kamu cantumkan dalam portofolio agar perusahaan atau klien dapat mengetahui visi dan misi yang ingin kamu capai kedepannya. 

  1. Keterampilan dan Pengalaman

Bagian yang satu ini juga tak kalah penting dalam portfolio. Pada bagian ini, kamu harus menguraikan secara detail pengalaman, keterampilan, dan kelebihan yang kamu miliki. Sebab, dari apa yang kamu tulis perusahaan atau klien dapat menilai mempertimbangkan apakah kamu kandidat yang cocok untuk mengisi posisi tersebut atau tidak. 

  1. Hasil Karya, Pencapaian dan Penghargaan

Terakhir, jangan lupa untuk melampirkan hasil karya yang pernah kamu buat atau pencapaian dan penghargaan yang pernah kamu terima. Tidak perlu semua hasil karya kamu masukan, pilihlah hasil karya terbaikmu sepanjang perjalanan karir ini. 

Cara Membuat Portofolio

Untuk membuat portofolio, kamu bisa memanfaatkan website portofolio, seperti behance, issuu, drible, deviantart, dan masih banyak lagi. Selain itu, kamu juga bisa membuat sendiri dengan menggunakan canva atau adobe photoshop. 

Adapun cara membuat portofolio adalah sebagai berikut.

  • Seleksi hasil karya yang akan dimasukkan ke dalam portofolio
  • Tentukan desain portofolio yang kamu inginkan
  • Siapkan tulisan yang ingin kamu tambahkan dalam portofolio
  • Tentukan platform yang akan digunakan, apakah secara online dengan menggunakan website portoflio, media sosial, atau membuat sendiri dengan menggunakan canva atau adobe photoshop
  • Untuk freelancer, kamu bisa mencantumkan testimoni yang diberikan oleh klien
  • Periksa kembali portofolio yang sudah selesai

Contoh Portofolio Lamaran Kerja

Agar kamu lebih lebih memahami atau memiliki gambaran seperti apa, sih portofolio lamaran kerja itu, berikut beberapa contoh portofolio lamaran kerja. Barangkali juga bisa menjadi referensi untuk kamu. 

  1. Contoh Portofolio Desain Grafis
Portofolio desain grafis harus asli bukan hasil plagiasi
  1. Contoh Portofolio Content Writer
Content writer bisa melampirkan tulisan yang sudah dipublikasikan
  1. Contoh Portofolio Copywriter
kamu bisa melampirkan copywriting yang pernah dibuat
  1. Contoh Portofolio Web Developer
kamu bisa menyajikan  website yang kamu buat atau rancang
  1. Contoh Portofolio UI/UX Designer
Lampirkan contoh website yang pernah kamu desain
  1. Contoh Portofolio Desain Interior
seorang desain interior juga harus melampirkan portofolio saat melamar kerja
  1. Contoh Portofolio Fotografer
Cantumkan foto hasil sendiri dalam portofolio
  1. Contoh Portofolio Social Media Specialist
seorang social media specialist juga harus melampirkan portofolio saat melamar kerja
  1. Contoh Portofolio Content Creator
Hasil karya content creator
  1. Contoh Portofolio Digital Marketer
Contoh portofolio seorang digital marketer

Nah, itu dia pengertian beserta cara membuat dan contoh portofolio lamaran kerja yang bisa jadi referensi kamu saat membuat portofolio. Semoga membantu!

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *